Assalamuaalaikum Warahmatullah

Rabu, 28 Juni 2017

Passive Voice dan Causative Have

       Passive voice is a grammatical construction (grammatical form) where the subject of a sentence does not take action, the inauguration receives action or is acted upon by the other agent (actor) either not or not. Contests, on active construction, subject directly to the verb by acting as an actor. Active sentences can be transformed into passive, but only transitive verbs (following direct objects) can be applied.

Rumus Passive Voice :

S + Auxiliary verb + Past participle

       Auxiliary verbs can be primary auxiliary verb be (is, are, am, was, were, be, been, being), a combination of two primary (is/are being, was/were being, has/have been) or between primary and modal auxiliary verb capital (will be, will have been), while the past participle used is a transitive verb.
Example :
- She can not drive a car. (Active voice, transitive).
- He always come on time. (Active voice, intransitive).  
Form past and past forms on a regular or irregular basis.
Example :
- Play (base form) → Played (past participle)
- Sing (base form) → Sung (past participle)

Example Sentive Voice Sentences On Auxiliary Verb BE:

Exception on Transitive Verb 
       Not all transitive verbs, verbs that have direct objects, can be passed. Some of the verbs that include: have, become, lack, look like, mean, etc. will sound unnatural meaning when it is in a state. For  examples of sentences of the verb are as follows :
- I have a great new idea -> can not be classified with : A great new idea is had by me.
- The snack contains aspartame -> can not be parsed with : Aspartame is contained by the snack.

Causative Have 
       Causative have is a sentence in English that means telling, ordering, and even forcing others to do something. In English causative have can use the word HAVE, MAKE, GET, and LET. Basically the order of sentences with causative haves is divided into 2, active and passive.
Causative Have In Active Sentence 

Formula      Subject + HAVE + Object 1 + Verb 1 + Object 2
- Example : I have my sister cook friend rice = I told my sister to cook fried rice In the sentence above, causative haves applied to active sentences.
  In my sense (subject) asked my sister (object) to cook fried rice. Remember after
object, verb 1 (cook) must be used.


Causative Have In Passive Sentences
Formula        Subject + HAVE + Object 
Example : I have fried rice cooked = I request cooked fried rice + Verb 3 
       In the above sentence, causative haves are used in passive times. This means that the first Object does not need to mention the unknown or who was asked to do the activity.
       Remember after the Verb 3 (cooked) object should be used in Word Sentence in Sentence Causative Have The sentence causative have sentences can use HAVE, MAKE, GET, and LET. 

Examples Of Their Use In The Following Sentence:
 - HAVE : We have you wait for a moment
- MAKE : The robbers made us lie on the floor. (No passive form)
- GET : I got Jae Won to pick me up in the car. (Using TO INFINITIVE VERB)
- LET : I'll let you borrow my bike. (No passive form)  
   The meaning of the four words in causative have above all are similar, that is asking someone else to do something. Yet the emphasis is different. If using MAKE, this means command and coercion.

Sample Sentences ACTIVE CAUSATIVE HAVE
1.   The rain has made the tourists stay in the hotel this morning.
2.   I don’t think she can make her husband buy that expensive ring.
3.   Sad movies always make me cry.
4.   Let’s get mother to bake a cake on Sunday.
5.   I couldn’t get my sister to wash my dirty overalls.
6.   The tap is leaking, get a plumber to fix it.
7.   She always gets me to help with her homework.
8.   Lala had her friend take her result test.
9.   The student had the teacher speak slowly.
10. She got her parents to buy her a tennis racket.

Sabtu, 15 April 2017

Kalimat Tesis, Anti-tesis dan Sintesis


§  Tesis merupakan kesimpulan atas sebuah hasil riset ilmiah yang didasari atas bukti-bukti dan pemikiran logis
§  Antithesis adalah hasil sebuah riset ilmiah yang menggambarkan keterbalikan atau sangkalan atas tesis yang ada sebelumnya dengan maksud meluruhkan tesis itu.
§  Sintesis merupakan jawaban atau kesimpulan atas pertentangan yang dibuat antara tesis dan antitesis sehingga menjadi satu hal utuh yang merupakan hasil ilmiah yang baru.

Contoh :
Tesis   : Mahasiswi cenderung berprilaku konsumtif tidak berdasarkan kebutuhan, tetapi didorong oleh hasrat dan keinginan
Anti tesis : Faktor eksternal seperti teman dekat, teman rumah dan lain sebagainya, sangat mempengaruhi untuk menciptakan perilaku yang konsumtif
Sintesis :  Perilaku konsumtif mahasiswi tidak hanya disebabkan oleh adanya hasrat dan keinginan, karena faktor eksternal adalah faktor yang sangat mempengaruhi seseorang untuk berprilaku konsumtif.

        Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas, membeli sesuatu yang berlebihan atau tidak secara terencana. pada banyak kasus, perilaku konsumtif ini tidak berdasarkan pada kebutuhan, tetapi didorong oleh hasrat dan keinginan. faktor yang sangat mempengaruhi seseorang berprilaku konsumtif adalah faktor eksternal, seperti teman dekat, teman rumah, teman disekitarnya dan lain sebagainya. 

Kamis, 30 Maret 2017

PENALARAN




            Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung data atau fakta yang ada sehingga dapat diambil suatu simpulan.  Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung di dalamnya.
Contoh Proposisi :
- semua bukti transaksi terjadi karena adanya pembelian dan penjualan
- saya menyelesaikan laporan keuangan
Contoh bukan proposisi :
- semoga semua bukti transaksi terjadi karena adanya pembelian dan penjualan
- dapatkah saya menyelesaikan laporan keuangan?

Berdasarkan Bentuknya
-—  Proposisi Tunggal hanya mengandung satu pernyataan.
-  Proposisi majemuk mengandung lebih dari satu pernyataan.



Berdasarkan Sifatnya
—  - Dalam proposisi kategorial, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat.
- Dalam proposisi kondisional, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat tertentu.

Berdasarkan Kualitasnya
—  - Proposisi positif (afirmatif) adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antara subjek dan predikat.
- Proposisi negatif adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan.

Berdasarkan Kuantitasnya
—-  Proposisi umum (universal), predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh subjeknya.
—  - Proposisi khusus, predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya.

Penalaran Deduktif
            Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum.
1.      Menarik simpulan secara langsung
2.      Menarik simpulan secara tidak langsung
            Untuk menarik simpulan secara tidak langsung ini, kita memerlukan suatu premis (pernyataan dasar) yang bersifat pengetahuan yang semua orang sudah tahu. Silogisme merupakan bentuk penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya.

Unsur-unsur yang terdapat dalam Silogisme :
  1. Premis Umum (Premis Mayor) à menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (A) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada (B)
  2. Premis Khusus (Premis Minor) à menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (C) adalah anggota golongan tertentu (A)
  3. Simpulan: menyatakan bahwa sesuatu atau seseoarng itu (C) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada B
RUMUS : PU : Semua A=B
PK : Semua C=A
S  : Semua C=B

Jenis-jenis silogisme :
1.  Silogisme kategorial, adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan.
2.      Silogisme hipotetis, adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis. Kalau premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen, tetapi apabila premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
a)      PU : jika hari ini tidak panas, saya membawa payung
PK : hari ini panas
K   : saya tidak membawa payung

b)      PU : jika manusia memiliki kaki, manusia akan berjalan
PK : manusia memiliki kaki
K   : jadi, manusia berjalan
3.      Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain. 
Contoh :
a)      PU : persediaan dijual secara tunai atau kredit
PK : persediaan dijual secara tunai
K   : persediaan tidak dijual secara kredit
b)      PU : pia membeli rumah atau mobil
PK : pia membeli rumah
K   : pia tidak membeli mobil
4.      Entimen, Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Rumus: C=B karena C=A
Contoh :
a)      Semua wanita adalah calon ibu
Pia adalah seorang wanita
Jadi, pia adalah calon ibu
Entimen : “ pia adalah calon ibu karena dia adalah seorang wanita “

b)      Setiap manusia pasti merasakan mati
Kamil adalah seorang manusia
Kamil pasti merasakan mati
Entimen : “ kamil pasti merasakan mati karena dia seorang manusia”